Aksi Adiwiyata Di MTsN 1 Kota Tangerang Sebagai Langkah Kecil Murid Peduli Bumi
Lingkungan hidup merupakan anugerah dari Allah SWT yang harus dijaga kelestariannya sebagai bentuk amanah manusia sebagai khalifah fil ardh (pemimpin di muka bumi). Namun, saat ini dunia tengah menghadapi tantangan serius berupa krisis iklim, polusi plastik yang masif, dan penurunan kualitas kesehatan lingkungan. Fenomena ini menuntut adanya perubahan perilaku yang radikal dan sistematis, dimulai dari institusi pendidikan sebagai pencetak generasi masa depan yang peduli bumi dan keberlangsungan hidup selanjutnya.
Kementerian Agama sangat peduli lingkungan dengan gerakan ekoteologi secara masif dan dikeluarkannya Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) untuk diterapkan di madrasah. Muara KBC yaitu terwujudnya Dimensi Profil Lulusan yang memiliki nilai panca cinta yaitu cinta kepada Tuhan YME dan Rasul-Nya, cinta ilmu, cinta diri sendiri dan sesama manusia, cinta lingkungan dan cinta Tanah air. Selain itu mewujudkan harapan dari kurikulum berbasis cinta yang melahirkan insan humanis, nasionalis, naturalis, toleran, dan selalu mengedepankan cinta dalam kehidupan.
Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Kota Tangerang, sebagai lembaga pendidikan Islam di bawah Kementerian Agama yang progresif, menyadari bahwa edukasi lingkungan tidak cukup hanya disampaikan melalui teori di dalam kelas. Diperlukan sebuah gerakan nyata yang terintegrasi, berkelanjutan, dan menyentuh aspek pembiasaan sehari-hari. Hal ini sejalan dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan tentang Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (GPBLHS).
Berbagai upaya yang dilakukan pemangku kebijakan madrasah dalam membiasakan murid peduli dan cinta lingkungan, khususnya lingkungan di madrasah dan sekitar rumah. Gerakan ini semakin termotivasi dengan ditunjukknya sebagai calon sekolah adiwiyata tingkat nasional. Menuju Adiwiyata Tingkat Nasional Tahun 2026, MTsN 1 Kota Tangerang dibawah kepemimpinan H. Ali Purqoni, M.Si menginisiasi program unggulan bertajuk "MATRISTA SAHABAT MADANI 2026". Program ini dirancang sebagai respons atas tingginya volume sampah plastik sekali pakai dan perlunya optimalisasi lahan madrasah menjadi area hijau yang produktif. Melalui akronim SAHABAT (Sadar Hayati, Bawa Wadah, dan Bekal Sehat), murid diajak untuk kesadaran ekosistem, kembali ke pola hidup alami dan minim sampah. Sementara nilai MADANI (Madrasah Bersih, Sehat, dan Islami) menekankan bahwa kebersihan lingkungan adalah manifestasi dari keimanan yang kokoh.
Program yang dilaksanakan setiap hari Jumat dimulai bulan September 2025 berlanjut hingga kini April 2026. Program keberlanjutan ini melibatkan kolaborasi aktif antara murid kelas VII, VIII, dan IX. Dengan metode pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning), murid tidak hanya belajar menanam, merawat tanaman, memilah sampah, tetapi juga berinovasi menciptakan produk daur ulang seperti pot estetik, dan kertas seni. Melalui langkah strategis ini, MTsN 1 Kota Tangerang berkomitmen menciptakan lingkungan belajar yang asri, bersih, dan berakhlakul karimah, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi kelestarian bumi demi kemaslahatan umat.
Aksi nyata adiwiyata yang dilakukan dimulai dari pembentukan tim adiwiyata dari pendidik dan tenaga kependidikan, kader adiwiyata dari murid, bekerjasama dengan komite sebagai perwakilan dari orang tua murid. Kebijakan mewajibkan warga madrasah untuk membawa alat makan dan minum dari rumah, berkoordinasi dengan kantin untuk menyediakan jajanan sehat dengan meminimalisir penggunaan alat makan sekali pakai.
Aksi nyata adiwiyata yang diterapkan pada kegiatan murid mulai pembiasaan membawa makanan sehat dan alat makan/minum dari rumah, membersihkan ruang kelas, area toilet serta masjid, melakukan pembibitan dan penanaman hidroponik maupun toga, pembuatan biopori, mengolah sampah bekas makanan menjadi pupuk organik (cair dan padat) serta mendaur ulang sampah plastik menjadi ekobrick dan membuat pot tanaman.
Upaya yang dilakukan melalui aksi adiwiyata di MTs Negeri 1 Kota Tangerang sebagai langkah kecil dari murid untuk cinta dan peduli bumi. Setiap langkah kecil yang telah dilakukan hari ini menjadi kekuatan yang berdampak besar bagi masa depan bumi. "Tidaklah seorang muslim menanam pohon atau menanam benih, lalu dimakan oleh burung, manusia, atau hewan, kecuali itu menjadi sedekah baginya." (HR. Bukhari dan Muslim). Selamat Hari Bumi 2026 “Our Power, Our Planet”.
Penulis: Selly Idayanti, M.Pd